shoutoshiro: (Default)
throughout endless infinity
& we just passed each other by. for the time being; let us forgot about the world

ABOUT


Hello there! I'm Shou Toshiro, also known as Akashi Shiin on numerous sites, since ST is my old alias, but I still use it sometimes so... I guess I wouldn't call it my old alias. You can call me anything you like, though! I post mainly fanfictions here, but I post original fictions' summary too from time to time.

Click here for easier navigation! The tags!

Latest work (2014/03/25)

Batas, original fiction, bahasa Indonesia, rated K.
((here))

Feedback are always welcomed.
Feel free to subscribe!
Please leave a comment if you want me to friend/subscribe you back.
shoutoshiro: (shio)
Title: The Town of Drizzling Rain
Genre: Horror/Mystery
Rating: M (I don't know if I should rate this story as T+, but I'll go with M because of the generally gruesome elements)
Fiction Type: Multichapter

Language: Bahasa Indonesia

Author: Shou Toshiro

Disclaimer: everything in this fic © Shou Toshiro

The Town of Drizzling Rain

(Content Severity: Discretion Strongly Advised)
Content warnings: Detailed writing, blood and gore, body horror, animal death, decapitation, death and murder, and err... other gruesome things (and they're not in the story just for show, I tell you)

Tepat satu tahun menghilangnya Noel Edwin, Maurice Cecil memutuskan bahwa sudah waktunya dia mencari keberadaan sahabatnya tersebut, tapi, yang jadi masalah ialah: dari mana dia harus memulai?

Dia tak tahu bagaimana memulai misi pencariannya — hingga beberapa hari kemudian, Maurice menerima sebuah kartu pos misterius di kotak suratnya yang mengarahkannya pada sebuah kota bernama kota Drizzle.

Dari sanalah Maurice mengambil beberapa langkah awal untuk menguak rahasia dibalik menghilangnya Noel — atau bahkan, lebih dari itu...
shoutoshiro: (eating)
Title: Pandemonium of A Hollow Birdcage
Genre: Dark fantasy/Mystery
Rating: T+
Fiction Type: Multichapter

Language: Bahasa Indonesia

Author: Shou Toshiro

Disclaimer: everything in this fic © Shou Toshiro

Pandemonium of A Hollow Birdcage

(Content Severity: Discretion Advised)
Content warnings: Slow-paced plot, descriptive style of writing, blood, gore, violence, dark themes

Tidak punya alasan untuk hidup dan terus menunggu-nunggu akan kedatangan sang malaikat maut? Agnar Valderzen, seorang pemuda di usia 17 tahun, merasa demikian.

Sejak Ordshilve jatuh dalam sebuah jurang kegelapan tiada akhir, semuanya berubah. Kegelapan seolah menelan bahkan setitik cahaya yang terpancar dari hati-hati yang berharap, menyisakan kegelapan semata di seluruh daratan Ordshilve. Tak ada harapan lagi untuk Ordshilve.

Hidup di Ordshilve yang penuh tirani dan anarki, tak salah bila Agnar menginginkan kematian untuk menjemputnya sesegera mungkin, bukan?

Akan tetapi, pertemuan dengan seorang pembunuh bayaran berhasil mengubah pola pikir Agnar. Sepenuhnya. Siapa yang menyangka bahwa pembunuh bayaran tersebut menyimpan informasi yang teramat penting untuk seorang Agnar Valderzen?

Sesuatu yang Agnar cari selama hidupnya. Tentang siapa Agnar Valderzen sebenarnya, dan untuk apa dia hidup.

Batas

Jul. 21st, 2014 03:43 pm
shoutoshiro: (eating)
Title: Batas
Genre: Angst
Rating: K
Fiction Type: Oneshot

Language: Bahasa Indonesia

Author: Shou Toshiro

Disclaimer: everything in this fic © Shou Toshiro

Batas

Berhadapan dengan langit yang berwarna persik dengan gradasi oranye, aku menarik konklusi bahwa jingga belum memutuskan untuk tidur.

“Hei.” Suaramu dan suara angin beradu, memperebutkan mana yang lebih dulu sampai di telingaku - oh, suaramu tentu sampai lebih dulu. Sayang sekali, Tuan Angin.

“Apa?” Aku menyahutimu.

“Aku akan belajar di Denmark tahun depan.”

“Kenapa?”

“Memang harus begitu.” Kamu tertawa sambil terus menujukan pandanganmu ke arah jalanan yang ramai akan kendaraan berlalu-lalang, padahal aku bertanya serius.

“Kenapa?” Kuulangi pertanyaanku yang sebelumnya, mengharapkan jawaban yang definitif.

“Memangnya sampai kapan kita mau terus bersama?” Kamu berbalik bertanya padaku. Aku terdiam, tak dapat menjawabnya.

Saat aku sampai di rumah, kuulangi lagi pertanyaanmu di dalam benakku. Berenang, menyelam lebih dalam, dan makin dalam. Menghabiskan seluruh tenaga otakku untuk berpikir, berusaha untuk mencari jawaban darinya. Nihil.

Sudah juga ia bertanya ke beberapa jawaban yang lewat dalam otakku, namun hasilnya tetaplah nihil.

None. Nihil. Tak ada.

Pada akhirnya, setelah aku menyelam di museum memori, aku teringat bahwa kita hanyalah sebatas teman.

Ya, teman. Tak kurang, tak lebih.



A/N: Terinspirasi lagu scene oleh keeno yang dinyanyikan Hatsune Miku.

Mungkin

May. 30th, 2014 11:23 am
shoutoshiro: (drowning in blue)
Title: Mungkin
Rating: K

Language: Bahasa Indonesia

Author: Shou Toshiro

Mungkin

Mungkin kita sudah tak lagi berpijak di perasaan yang sama. Mungkin benang merah yang menghubungkan perasaan kita sudah tak terpaut lagi di jari kelingking kita, tak lagi menautkan hati kita. Mungkin kau sudah lama melupakanku. Mungkin kau sudah menemukan orang lain.

Mungkin aku juga sudah lama melupakanmu.

“Benarkah?”

“Ya. Tapi…”

Mungkin aku masih menunggumu. Mungkin aku masih menyukaimu. Mungkin aku masih ingin bersama denganmu. Mungkin aku ingin seutas benang merah kembali menautkan jari kelingking, serta hati kita.

Mungkin perasaan ini akan mencair seperti butiran salju yang nyatanya tak pernah datang di sini, namun…

Hei, mungkinkah untuk dapat bersamamu lagi?

“… mungkin saja aku berbohong.”